SELAMAT HARI GURU NASIONAL

Sunday, September 22, 2019

Iman Kepada Hari Akhir/ Kiamat

A. Pengertian Iman Kepada Hari Kiamat

Yang di maksud beriman kepada hari kiamat/ akhir adalah mempercayai bahwa seluruh alam semesta dan segala isinya pada suatu saat nanti akan mengalami kehancuran dan mengakui bahwa setelah kehidupan di dunia ini akan ada kehidupan yang kekal yakni di akhirat nanti. Keperayaan kepada hari kiamat merupakan masalah sam’iyyat, yakni masalah yang kita ketahui dan kita percayai berdasarkan dalil yang ada dalam Al-Quran dan hadis. Hari akhir yakni hari dimana seluruh kehidupan yang ada di alam semesta ini berakhir, hanya Allah-lah yang maha kekal. Berikut dalil yang menjelaskan adanya hari akhir Yakni:

1. Surat An-Naml Ayat 87
وَيَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ فَفَزِعَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ ۚ وَكُلٌّ أَتَوْهُ دَاخِرِينَ

“ Dan (ingatlah) hari (ketika) di tiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang ada di bumi, di langit dan segala yang ada di bumi, kecuali siapa yang di kehendaki Allah SWT. Dan semua akan datang menghadap-Nya dengan merendahkan Diri.”

Tuesday, July 30, 2019

Menjadi Muslim yang Kritis

1. Qs. Ali Imran: 190-191

                                                                      إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَاب

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Artinya:
190). Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.
191). (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.

Monday, July 29, 2019

Kajian alQur'an; Qs. Al Maidah; 48, Qs. Annisa; 59, Qs. At Taubah: 105

1. Qs. Maidah: 48

وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ ۖ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ ۚ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا ۚ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَٰكِنْ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ ۖ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ ۚ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

Tuesday, July 23, 2019

Meniti Hidup dengan Kemuliaan

Pengendalian diri (mujāhadah an-nafs) adalah perilaku upaya untuk tetap berada dalam setiap kebaikan dan terhindar dari sifat-sifat yang dapat membinasakan dirinya, orang lain, maupun lingkungan. Berbaik sangka (husnuzzan) adalah sifat di mana orang lain dipandang sebagai sesuatu yang baik dan harus diperlakukan dengan baik, kecuali jika diketahui dengan fakta bahwa orang tersebut harus diwaspadai dan diperingati.

Memahami Makna Beriman Kepada Malaikat Allah SWT

Beriman kepada malaikat mengandung makna bahwa sebagai orang yang beriman, kita harus percaya dan yakin dengan sepenuh hati bahwa malaikat diciptakan dari cahaya (nur) yang diberi tugas oleh Allah Swt. dan senantiasa melaksanakannya tanpa pernah membantah atau meningkarinya.

Salah satu tanda atau ciri dari orang beriman kepada malaikat adalah memiliki keyakinan yang kuat dalam hatinya bahwa di alam semesta ini terdapat malaikat dan keyakinan tersebut diucapkan melalui lisannya. Wujud konkrit dari iman tersebut adalah dibuktikan seorang muslim dalam perbuatan sehari-hari.

Meneladani Perjuangan Rasulullah SAW di Mekah

Pada awalnya Nabi saw. berdakwah secara rahasia dan hanya mengajak orang-orang terdekat saja. Orang pertama yang menerima dakwah Nabi adalah Khadijah, istrinya, kemudian Ali bin Abi Talib, sepupunya, dan Zaid bin Harisah, bekas budaknya.

Sementara itu, laki-laki dewasa yang pertama memeluk Islam adalah Abu Bakar bin Quhafah. Melalui ajakan Abu Bakar, beberapa orang menerima ajakannya, yaitu Usman bin ‘Affan, Abdur Rahman bin ‘Auf, Talhah bin ‘Ubaidillah, Sa’ad bin Abi Waqqas, Zubair bin ‘Awwam. Setelah itu, Abu ‘Ubaidah bin Jarrah dan beberapa penduduk Mekah turut pula menyatakan keislamannya dan menerima ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. Kegiatan dakwah secara rahasia ini berlangsung selama tiga tahun.

Al Qur'an dan Hadits adalah Pedoman Hidupku

Al-Qur’an adalah kalam Allah Swt. (wahyu) yang disampaikan kepada Nabi Muhammad saw. melalui Malaikat Jibril dan diajarkan kepada umatnya, dan membacanya merupakan ibadah. Hadis atau sunnah adalah segala ucapan atau perkataan, perbuatan, serta ketetapan (taqrir) Nabi Muhammad saw. yang terlepas dari hawa nafsu dan perkara-perkara tercela.

Al-Qur’an adalah sumber hukum utama selain sebagai kitab suci. Oleh karena itu, semua ketentuan hukum yang berlaku tidak boleh bertentangan dengan hukum-hukum yang terdapat dalam al-Qur’an. Hadis merupakan sumber hukum kedua setelah al-Qur’an. Dengan demikian, hadis memiliki fungsi yang sangat penting dalam hukum Islam.

Mempertahankan Kejujuran Sebagai Cermin Kepribadian

Jujur (as-sidqu) adalah mengatakan sesuatu sesuai dengan kenyataan, sedangkan dusta (al-kazibu) adalah mengatakan sesuatu tidak sesuai dengan kenyataan. Kejujuran merupakan petunjuk dan jalan menuju surga Allah Swt. sedangkan dusta adalah petunjuk dan jalan menuju neraka. Jujur adalah sifat para nabi dan rasul Allah Swt., sedangkan bohong atau dusta adalah ciri atau sifat orang-orang munafik.

Kejujuran akan menciptakan ketenangan, kedamaian, keselamatan, kesejahteraan, dan kenikmatan lahir batin baik di dunia maupun di akhirat kelak. Sementara, kedustaan menimbulkan kegoncangan, kegelisahan, konflik sosial, kekacauan, kehinaan, dan kesengsaraan lahir dan batin baik di dunia apalagi di akhirat.

Berbusana Muslim dan Muslimah Cermin Kepribadian dan Keindahan Diri

Menutup aurat adalah kewajiban agama yang ditegaskan dalam al-Qur’an maupun hadis Rasulullah saw. Kewajiban menutup aurat disyari’atkan untuk kepentingan manusia itu sendiri sebagai wujud kasih sayang dan perhatian Allah Swt. terhadap kemaslahatan hamba-Nya di muka bumi.

Kewajiban bagi kaum mukminah untuk mengenakan jilbab untuk menutup auratnya kecuali terhadap beberapa golongan. Dalam Q.S. al-Ahzab/33:39 ditegaskan perintah menggunakan jilbab dan
memanjangkannya hingga ke dada, dengan tujuan untuk memberikan rasa nyaman dan aman kepada setiap mukminah.

Aku Selalu Dekat Dengan Allah SWT

Al-Asma’u al-Husna artinya adalah nama-nama yang baik dan indah yang hanyam dimiliki oleh Allah Swt. sebagai bukti keagungan-Nya. Nama-nama Allah Swt. yang agung dan mulia itu merupakan suatu kesatuan yang menyatu dalam kebesaran dan keagungan-Nya.

Dalam al-Asma’u al-Hsna terdapat sifat-sifat Allah Swt. yang wajib dipercayai kebenarannya dan dijadikan petunjuk jalan oleh orang yang beriman dalam bersikap dan berperilaku.

Menjaga Martabat Manusia dengan menjauhi Zina

Zina adalah melakukan hubungan biologis layaknya suami istri di luar tali pernikahan yang sah. Mahasuci dan Maha Mulia Allah Swt. yang menghendaki manusia untuk menjadi makhluk-Nya yang mulia dan bermartabat termasuk dalam hal menyalurkan kebutuhan biologis.

Secara umum Q.S. al-Isaa’/17:32 mengandung pesan-pesan mengenai larangan mendekati zina karena zina merupakan perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk. Q.S. an-Nμr/24:2 berisi perintah Allah Swt. untuk mendera pezina perempuan dan pezina laki-laki masing-masing seratus kali.

Monday, July 22, 2019

Perkembangan Islam di Benua Amerika

Menurut beberapa pakar sejarah dan arkeolog, Islam masuk ke benua Amerika jauh sebelum Columbus menginjakkan kakinya di sana pada 21 Oktober 1492. Berdasarkan penemuan berbagai bukti dan catatan sejarah, para pakar tersebut memperkirakan bahwa agama Islam sudah dipeluk oleh
sejumlah suku Indian, di antaranya suku Iroquois dan Alqonquin sejak tahun 900 M. Berikut ini perkembangan Islam di beberapa Negara Amerika.

A. Amerika Serikat
Amerika merupakan negara demokrasi liberal sekaligus sekuler atau menganut prinsip pemisahan antara agama dan negara (sparation of church and state) namun sangat luas memberi kebebasan beragama bagi rakyatnya.

Perkembangan Islam di Australia

Australia adalah sebuah benua yang berdiri diatas satu negara saja, artinya hanya ada satu negara saja yang menempati satu benua, tidak seperti benua lainnya yaitu Asia, Eropa, Amerika maupun Afrika yang dihuni oleh berbagai bangsa dan negara.

Penduduknya terbagi dari berbagai etnis yaitu Aborigin sebagai penduduk kulit putih keturunan Eropa, pribumi, penduduk keturunan Asia baik dari Asia Selatan, Asia Timur, Asia Tenggara maupun dari Asia Barat.

Masa Kemajuan Peradaban Islam

Menurut Harun Nasution sejarah Islam dapat dibagi menjadi tiga periode besar, yaitu Periode Klasik (650-1250 M), Periode Pertengahan (1250-1800 M), dan Periode Modern (1800 M-sekarang).

Periode klasik meliputi masa ekspansi, integrasi (penyatuan wilayah), dan masa keemasan Islam (650-1000 M), dan masa disintegrasi (1000-1250 M). Periode pertengahan juga memuat dua masa, yaitu masa kemunduran I (1250-1500 M) dan masa Tiga Kerajaan Besar (1500-1800 M).

Masa Kemunduran Peradaban Islam

Berdasarkan periodisasi sejarah peradaban Islam menurut Harun Nasution, benih-benih perpecahan dan disintegrasi sudah muncul sejak fase kedua dari periode klasik (1000-1250 M.), meskipun pada masaitu masih merupakan puncak keemasan peradaban Islam.

Peradaban umat Islam kemudian mengalami kemunduran ketika memasuki periode Pertengahan bagian pertama (1250-1500 M), yang dikenal dengan Masa Kemunduran I. Setelah kurang lebih dua setengah abad tenggelam dalam ketertinggalan, peradaban Islam kembali menggeliat dengan munculnya Tiga

Menjunjung Tinggi Nilai-Nilai Islam Rahmatan Lil 'alamin

Kemajuan peradaban Islam yang telah menjunjung tinggi nilai-nilai Islam yang Rahmatal lil A’lamin telah dipraktikan selama 15 abad dimuka bumi ini. Implementasi rahmat bagi semesta alam sudah meluas hampir ke berbagai belahan dunia. Islam adalah agama yang diturunkan Allah untuk menebar rahmat (cinta kasih) bagi alam semesta. Pesan kerahmatan dalam Islam benar-benar tersebar dalam teks-teks Islam, baik dalam Qur’an maupun Hadits.

Sejarah peradaban umat Islam dari periode klasik hingga modern mengalami masa-masa pasang dan surut. Berdasarkan teori periodisasi dari Harun Nasution, masa-masa kejayaan peradaban Islam berada pada awal periode klasik (650-1000 M). Pada masa tersebut terjadi ekspansi dan integrasi (penyatuan wilayah), sedangkan bagian kedua dari periode klasik (1000-1250M) adalah masa mulai munculnya benih-benih perpecahan, meskipun masih berjaya.

Kewajiban Bekerja Keras dan Tanggungjawab

Bekerja keras berarti berusaha atau beriktiar secara sungguh-sungguh, dengan kata lain bekerja keras adalah bekerja dengan gigih dan sungguhsungguh untuk mencapai suatu yang dicita-citakan.

Orang yang bekerja keras akan dengan senang hati menjalani kehidupan ini. Setiap detik kehidupan yang dijalaninya adalah kerikil kecil bagi dasar bangunan masa tuanya. Setiap detak nafas kehidupan dilaluinya dengan kepuasan hati, dan setiap langkahnya adalah perbuatan yang bermanfaat bagi siapa saja yang dijumpainya.

Al Qur'an sebagai Pedoman Hidupku

Umat Islam wajib mengimani kitab-kitab Allah Swt, baik al-Qur’an maupun kitab-kitab sebelumnya, yaitu Taurat, Zabur, dan Injil . Kitab Taurat diturunkan kepada Nabi Musa as. berisi tentang sepuluh
perintah, yaitu: meng-esa-kan Allah. Kitab Zabur diwahyukan Allah Swt. kepada Nabi Daud as. berisi tentang zikir, nasihat dan hikmah.

Kitab Injil diturunkan kepada Nabi Isa as. memuat perintah agar manusia meng-esa-kan Allah Swt. dan tidak menyekutukan-Nya. Al-Qur’an adalah kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad
saw., sebagai penyempurna kitab-kitab sebelumnya.

Hidup Nyaman dengan Perilaku Jujur

Jujur adalah mengatakan atau melakukan sesuatu sesuai dengan kenyataan. Lawan jujur adalah dusta, yaitu mengatakan atau melakukan sesuatu tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya. Jujur merupakan sebagian dari ruh agama. Barangsiapa yang berbuat jujur, ia akan memperoleh kebaikan, dan sedang menuju surga.

Ada beberapa jenis jujur dilihat dari perilakunya, yaitu; jujur dalam berbuat, jujur dalam perkataan, jujur dalam niat, jujur dalam berjanji. Kejujuran bisa melemah karena melemahnya tekad, kejujuran juga bisa melemah akibat pergaulan. Jujur bisa dilakukan di mana saja: di rumah, di sekolah, maupun di lingkungan masyarakat.

Sampaikan Kebenaran Walaupun Satu Ayat (XI Genap)

Khutbah bermakna memberi nasihat agama dalam kegiatan ibadah seperti; salat, wukuf, dan nikah. Khutbah lebih bersifat satu arah. Hanya khatib saja yang berbicara yang lain mendengarkan. Sedangkan Tablig berarti menyampaikan, memberitahukan kebenaran kepada orang lain. Bisa bersifat dua arah, saling berdiskusi, dan lain sebagainya.

Dakwah berarti memanggil, menyeru, mengajak akan sesuatu hal, yakni kegiatan mengajak orang lain. Bisa bersifat dua arah. Dalam berdakwah minimal ada dua cara, yaitu dakwah dengan lisan
(da’wah billisan) dan dakwah dengan perbuatan (da’wah bilhal). Dakwah billisan artinya dakwah yang dilakukan dengan berkata-kata, ceramah, tablig akbar, dan sebagainya. Dakwah bilhal artinya dakwah yang dilakukan dengan berbuat, seperti menyantuni fakir miskin, yatim piatu, menyumbang untuk fasilitas sosial, dan sebagainya.

Masa Kejayaan Islam yang dinantikan (XI Gasal)

Dalam memahami islam ada beberapa pendekatan yang digunakan. Diantaranya pendekatan historis. Pendekatan historis atau sejarah ini amat dibutuhka dalam memahami islam, karena islam itu sendiri turun dalam keadaan situasi konkrit. Bahkan berkaitan dengan kondisi sosial atau kemasyarakatan Dan ruang lingkup sejarah islam itu dapat dilihat dari segi periodesasinya.

Rasul-Rasul itu Kekasih Allah SWT (XI Genap)

Nabi adalah manusia pilihan Allah Swt. yang diberi wahyu hanya untuk dirinya sendiri. Jumlah nabi berdasarkan hadis riwayat Ahmad ada 124.000 nabi. Jumlah rasul berdasarkan hadits riwayat Ahmad ada 315 rasul. Sifat-sifat yang dimiliki rasul adalah sifat wajib (aṡ-Ṡiddiq, al-Amanah, at-Tablig dan al-Faṭanah), sifat mustahil (al-Kiẓẓib, al-Khianah, al-Kiṭman, dan al-Baladah)

Tugas para rasul adalah: mengajarkan tauhid, mengajarkan cara beribadah, menjelaskan hukum-hukum Allah Swt. dan batasannya bagi manusia, memberi teladan kepada umatnya, memperbaiki jiwa manusia.

Perilku Taat, Kompetisi dalam Kebaikan dan Etos Kerja (XI Gasal)

Pentingnya menaati pemimpin agar roda pemerintahan berjalan dengan baik, makin baik kepemimpinan, makin baik pula rakyatnya. Kandungan Q.S. an-Nisa/4: 59 adalah perintah untuk menaati Allah Swt., rasul, dan pemimpin. Apabila terjadi perselisihan, diperintahkan untuk
kembali kepada al-Qur’an dan hadis.

Hidup ini dinamis, perlu berkompetisi dan berkolaborasi agar dapat meraih sesuatu yang diinginkan dengan baik. Kandungan Q.S. al-Maidah/5: 48 adalah bahwa Allah Swt. memerintahkan
kepada umat Islam untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Barangsiapa yang giat pasti dapat. Untuk mendapatkan sesuatu, diperlukan kerja keras.

Kandungan Q.S. at-Taubah/9: 105 adalah bahwa Allah Swt. memerintahkan kepada umat Islam untuk semangat dan bersungguh-sungguh dalam bekerja.

A. Pentingnya Taat kepada Aturan
Taat memiliki arti tunduk (kepada Allah Swt., pemerintah, dsb.) tidak berlaku curang, dan atau setia. Aturan adalah tindakan atau perbuatan yang harus dijalankan. Taat pada aturan adalah sikap tunduk kepada tindakan atau perbuatan yang telah dibuat baik oleh Allah Swt., nabi, pemimpin, atau yang lainnya.

Aturan yang paling tinggi adalah aturan yang dibuat oleh Allah Swt., yaitu terdapat pada al-Qur’an. Sementara di bawahnya ada aturan yang dibuat oleh Nabi Muhammad saw., yang disebut sunah atau hadis. Di bawahnya lagi ada aturan yang dibuat oleh pemimpin, baik pemimpin pemerintah, negara, daerah, maupun pemimpin yang lain, termasuk pemimpin keluarga. Kandungan Q.S. an-Nisa/4: 59 adalah perintah untuk menaati Allah Swt., rasul, dan pemimpin.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ ۖ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلً

(yaa ayyuhaa alladziina aamanuu athii'uu allaaha wa-athii'uu alrrasuula waulii al-amri minkum fa-in tanaaza'tum fii syay-in farudduuhu ilaa allaahi waalrrasuuli in kuntum tu/minuuna biallaahi waalyawmi al-aakhiri dzaalika khayrun wa-ahsanu ta/wiilaan)

Hukum Tajwid
Surat an-Nisa/4:59
LafalHukum Tajwid
يَا أَيُّهَاMad jaiz munfasil karena ada mad thobi'i bertemu hamzah tidak dalam 1 kalimat
الَّذِينَIdghom syamsyiyah karena ada alif lam diikuti salah satu huruf syamsyiyah yaitu huruf lam
آمَنُوا أَطِيعُواMad jaiz muttasil karena ada mad thobi'i bertemu hamzah tidak dalam 1 kalimat, dan ada mad thobi'i asli juga karena ada kasroh diikuti ya' sukun
اللَّهَTafhim karena ada lam jalalain didahului dhommah
وَأَطِيعُواMad thobi'i karena ada kasroh diikuti ya' sukun
الرَّسُولَIdghom syamsyiyah karena ada alif lam diikuti huruf syamsyiyah yaitu huruf ro'
الْأَمْرِIdhar qomariyah karena ada alif lam diikuti huruf qomariyah yaitu huruf alif
مِنْكُمْIhfa' haqiqi karena ada nun sukun bertemu kaf
فَإِنْ تَنَازَعْتُمْIhfa' haqiqi karena ada nun sukun bertemu ta'
تَنَازَعْتُمْ فِيIdhar syafawi karena ada mim mati bertemu fa'
شَيْءٍ فَرُدُّوهُIhfa' haqiqi karena ada tanwin diikuti fa' 
إِلَى اللَّهِTafhim karena ada lam jalalain didahului fathah
وَالرَّسُولِIdghom syamsyiyah karena ada alif lam bertemu ro'
إِنْ كُنْتُمْIhfa' haqiqi karena ada nun sukun bertemu kaf, dan ada nun sukun bertemu ta'
كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَIdhar syafawi karena ada mim mati bertemu ta'
بِاللَّTarqiq karena ada lam jalalain didahului kasroh
وَالْيَوْمِIdhar qomariyah karena ada alif lam bertemu ya'
الْآخِرِIdhar qomariyah karena ada alif lam bertemu alif
خَيْرٌ وَأَحْسَنُIdhom bighunna karena ada tanwin bertemu wawu
تَأْوِيلًاMad alid lis sukun karena ada mad thobi'i waqof

Arti Kata/Kalimat
ءَامَنُوٓاْٱلَّذِينَيَٰٓأَيُّهَا
berimanorang-orang yangwahai
وَأَطِيعُواْٱللَّهَأَطِيعُواْ
dan taatlahAllahtaatlah kamu
ٱلۡأَمۡرِوَأُوْلِيٱلرَّسُولَ
Amridan ulilRasul
تَنَٰزَعۡتُمۡفَإِنمِنكُمۡۖ
kamu berselisihmaka jikadiantara kamu
فَرُدُّوهُشَيۡءٖفِي
maka kembalikanlah iasesuatudalam/tentang
وَٱلرَّسُولِٱللَّهِإِلَى
dan RasulAllahkepada
تُؤۡمِنُونَكُنتُمۡإِن
(kamu) berimankalian adalahjika
ٱلۡأٓخِرِۚوَٱلۡيَوۡمِبِٱللَّهِ
akhirat/akhirdan harikepada Allah
وَأَحۡسَنُخَيۡرٞذَٰلِكَ
dan sebaik-baiklebih baik/utamademikian itu
--تَأۡوِيلًا
--kesudahan/akibatnya

Artinya: 
“Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan)) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (al-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (Q.S. an-Nisa/4: 59)

Tentang pengertian ulil amri, di bawah ini ada beberapa pendapat.
  1. Abu Jafar Muhammad bin Jarir at-Thabari berpendapat bahwa ulil amri adalah umara, ahlul ‘ilmi wal fiqh (mereka yang memiliki ilmu dan pengetahuan akan fiqh). Sebagian ulama yang lain berpendapat bahwa sahabat-sahabat Rasulullah saw. itulah yang dimaksud dengan ulil amri.
  2. Al-Mawardi berpendapat ada empat pendapat dalam mengartikan kalimat "ulil amri", yaitu: (1) umāra (para pemimpin yang konotasinya adalah pemimpin masalah keduniaan), (2) ulama dan fuqaha, (3) sahabat-sahabat Rasulullah saw., (4) dua sahabat saja, yaitu Abu Bakar dan Umar.
  3. Ahmad Mustafa al-Maraghi berpendapat bawa ulil amri itu adalah umara, ahli hikmah, ulama, pemimpin pasukan dan seluruh pemimpin lainnya.

Lebih lanjut Rasulullah saw. menegaskan dalam hadis berikut ini:

اَ طَاعَةَ لِمَخْلُوْقٍ فِيْ مَعْصِيَةِ الْخَالِقِ إِنَّمَا الطَّاعَةَ فِي الْمَعْرُوْفِ...
Artinya:
“Dari Abi Abdurahman, dari Ali sesungguhnya Rasulullah bersabda.. Tidak boleh taat terhadap perintah bermaksiat kepada Allah, sesungguhnya ketaatan itu hanya dalam hal yang makruf.” (H.R. Muslim)

Umat Islam wajib menaati perintah Allah Swt. dan rasul-Nya dan diperintahkan pula untuk mengikuti atau menaati pemimpinnya. Tentu saja, apabila pemimpinnya memerintahkan kepada hal-hal yang baik. Apabila pemimpin tersebut mengajak kepada kemungkaran, wajib hukumnya untuk menolak.

B. Kompetisi dalam Kebaikan
Hidup adalah kompetisi. Bukan hanya untuk menjadi yang terbaik, tetapi juga kompetisi untuk meraih cita-cita yang diinginkan. Allah Swt. telah memberikan pengarahan bahkan penekanan kepada orang-orang beriman untuk berkompetisi dalam kebaikan sebagaimana firman-Nya:

وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ ۖ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ ۚ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا ۚ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَٰكِنْ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ ۖ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ ۚ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

(wa-anzalnaa ilayka alkitaaba bialhaqqi mushaddiqan limaa bayna yadayhi mina alkitaabi wamuhayminan 'alayhi fauhkum baynahum bimaa anzala allaahu walaa tattabi' ahwaa-ahum 'ammaa jaa-aka mina alhaqqi likullin ja'alnaa minkum syir'atan waminhaajan walaw syaa-a allaahu laja'alakum ummatan waahidatan walaakin liyabluwakum fiimaa aataakum faistabiquu alkhayraati ilaa allaahi marji'ukum jamii'an fayunabbi-ukum bimaa kuntum fiihi takhtalifuuna)

Hukum Tajwid
Surat al-Maidah/5:48
LafalHukum Tajwid
وَاَنْزَلْنَآ اِلَيْكَIkhfa karena nun sukun bertemu huruf ز
Mad jaiz munfasil karena mad bertemu hamzah di lain kalimat
الْكِتٰبَAl qamariyah karena ال bertemu huruf ك
Mad thabi'i muqaddar tandanya fathah tegak
بِالْحَقِّAl qamariyah karena ال bertemu huruf ح
مُصَدِّقًا لِّمَاIdgham bilaghunnah karena fathah tanwin bertemu huruf ل
Mad thabi'i karena fathah diikuti alif
مٓنَ الْكِتٰبِAl qamariyah  karena ال bertemu huruf ك
Mad thabi'i muqaddar tandanya fathah tegak
وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِIdzhar karena fathah tanwin bertemu huruf ع
فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْIkhfa syafawi karena mim sukun bertemu huruf ب
بَيْنَهُمْ بِمَآIkhfa syafawi karena mim sukun bertemu huruf ب
بِمَآ اَنْزَلَMad jaiz munfashil karena mad bertemu hamzah di lain kalimat
Ikhfa karena nun sukun bertemu huruf ز
اَنْزَلَ اللّٰهُLam tafkhim karena lafadz jalalah (الله) didahului harakat fathah
وَلَاMad thabi'i karena fathah diikuti alif
اَهْوَآءَMad wajib mutthasil karena mad bertemu hamzah dalam satu kalimat
هُمْ عَمَّاIdzhar syafawi karena mim sukun bertemu huruf ع
Ghunnah karena ada mim yang bertasydid
Mad thabi'i karena fathah diikuti alif
جَآءَMad wajib mutthasil karena mad bertemu hamzah dalam satu kalimat
الْحَقِّ ۗAl qamariyah karena ال bertemu huruf ح
Qalqalah kubra karena huruf qalqalah (ق) matinya mendatang disebabkan waqaf
لِكُلٍّ جَعَلْنَاIkhfa karena kasrah tanwin bertemu huruf ج
Mad thabi'i karena fathah diikuti alif
مِنْكُمْIkhfa  karena nun sukun bertemu huruf ك
كُمْ شِرْعَةًIdzhar syafawi karena mim sukun bertemu huruf ش
شِرْعَةً وَّمِنْهَاجًا ۗIdgham bighunnah karena fathah tanwin bertemu huruf و
Idzhar karena nun sukun bertemu huruf ه
Mad thabi'i  karena fathah diikuti alif
Mad iwadh karena harokat fathah tanwin (جًا) dibaca waqaf (جَا)
شَآءَ اللّٰهُMad wajib mutthasil karena mad bertemu hamzah dalam satu kalimat
Lam tafkhim karena lafadz jalalah (الله) didahului harakat fathah
لَجَعَلَكُمْ اُمَّةًIdzhar syafawi karena mim sukun bertemu huruf ا
Ghunnah karena ada mim yang bertasydid
اُمَّةً وَّاحِدَةًIdgham bighunnah karena ada fathah tanwin bertemu huruf و
وَاحِدَةً وَّلٰكِنْIdgham bighunnah karena fathah tanwin bertemu huruf و
وَلٰكِنْ لِّيَبْلُوَكُمْIdgham bilaghunnah karena nun sukun bertemu huruf ل
Qalqalah sughra karena huruf qalqalah (ب) matinya asli (tidak disebabkan karena waqaf)
كُمْ فِيْIdzhar syafawi karena mim sukun bertemu huruf ف
Mad thabi'i  karena kasrah diikuti ya sukun
مَآ اٰتٰىكُمْMad jaiz munfasil karena mad bertemu hamzah di lain kalimat
Mad badal karena ada aa yang dibaca panjang
Mad thabi'i muqaddar tandanya fathah tegak (تٰ)
كُمْ فَاسْتَبِقُواIdzhar syafawi karena mim sukun bertemu huruf ف
الْخَيْرٰتِAl qamariyah karena ال bertemu huruf خ
Mad thabi'i muqaddar tandanya fathah tegak
اِلَى اللّٰهِLam tafkhim karena lafadz jalalah didahului harakat fathah
مَرْجِعُكُمْRa tafkhim karena ra sukun didahului harakat fathah
كُمْ جَمِيْعًاIdzhar syafawi karena mim sukun bertemu huruf ج
Mad thabi'i  karena kasrah diikuti ya sukun
جَمِيْعًا فَيُنَبِّئُكُمْIkhfa  karena fathah tanwin bertemu huruf ف
كُمْ بِمَاIkhfa syafawi karena mim sukun bertemu huruf ب
Mad thabi'i karena fathah diikuti alif
كُنْتُمْIkhfa karena nun sukun bertemu huruf ت
تُمْ فِيْهِIdzhar syafawi karena mim sukun bertemu huruf ف
Mad thabi'i karena kasrah diikuti ya sukun
تَخْتَلِفُوْنَMad aridh lissukun karena mad bertemu huruf hidup dibaca waqaf.

Arti Kata/Kalimat
الْكِتَابَإِلَيْكَوَأَنزَلْنَا
Kitabkepadamudan Kami telah menurunkan
لِّمَامُصَدِّقًابِالْحَقِّ
terhadap apayang membenarkandengan kebenaran
مِنَيَدَيْهِبَيْنَ
daridua tangan/sebelumnyaantara
عَلَيْهِۚوَمُهَيْمِنًاالْكِتَابِ
atasnyadan yang menjagaKitab
بِمَابَيْنَهُمفَاحْكُم
dengan/menurut apadiantara merekamaka putuskanlah
وَلَااللَّهُۖأَنزَلَ
dan janganlahAllahmenurunkan
عَمَّاأَهْوَاءَهُمْتَتَّبِعْ
dari apahawa nafsu merekakamu mengikuti
الْحَقِّۚمِنَجَاءَكَ
kebenarandaritelah datang kepadamu
مِنكُمْجَعَلْنَالِكُلٍّ
diantara kamuKami telah menjadikanbagi tiap-tiap ummat
وَلَوْوَمِنْهَاجًاۚشِرْعَةً
dan sekiranyadan jalan yang terangperaturan
لَجَعَلَكُمْاللَّهُشَاءَ
niscaya Dia menjadikan kamuAllahmenghendaki
وَلَٰكِنوَاحِدَةًأُمَّةً
akan tetapiyang satuummat
مَافِيلِّيَبْلُوَكُمْ
apadalam/terhadapDia hendak menguji kamu
الْخَيْرَاتِۚفَاسْتَبِقُواآتَاكُمْۖ
kebajikanmaka berlomba-lombalahDia berikan kepadamu
مَرْجِعُكُمْاللَّهِإِلَى
tempat kembalimuAllahkepada
بِمَافَيُنَبِّئُكُمجَمِيعًا
dengan/tentang apalalu Dia memberitahukan padamusemua
تَخْتَلِفُونَفِيهِكُنتُمْ
kamu perselisihkandi dalamnyakalian adalah

Artinya:
“Dan Kami telah menurunkan Kitab (al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) dengan membawa kebenaran, yang membenarkan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan menjaganya maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk setiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Kalau Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap karunia yang telah diberikan-Nya kepadamu, maka berlombalombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah kamu semua kembali, lalu diberitahukan-Nya kepadamu terhadap apa yang dahulu kamu perselisihkan.” (Q.S. al-Maidah/5: 48)

Pada Q.S. al-Maidah/5:48 Allah Swt. menjelaskan bahwa setiap kaum diberikan aturan atau syariat. Syariat setiap kaum berbeda-beda sesuai dengan waktu dan keadaan hidupnya. Meskipun mereka berbeda-beda, yang terpenting adalah semuanya beribadah dalam rangka mencari riḍa Allah Swt., atau berlomba-lomba dalam kebaikan.

Ayat ini juga mendorong pengembangan berbagai macam kemampuan yang dimiliki oleh manusia, bukan malah menjadi ajang perdebatan. Semua orang dengan potensi dan kadar kemampuan masing-masing, harus berlomba-lomba dalam melaksanakan kebaikan. Allah Swt. senantiasa melihat dan memantau perbuatan manusia dan bagi-Nya tidak ada sesuatu yang tersembunyi.

C. Etos Kerja
Dalam al-Qur’an maupun hadis, banyak ditemukan literatur yang memerintahkan seorang muslim untuk bekerja dalam rangka memenuhi dan melengkapi kebutuhan duniawi. Salah satu perintah Allah kepada umat-Nya untuk bekerja termaktub dalam Q.S. at-Taubah/9:105 berikut ini.

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

(waquli i'maluu fasayaraa allaahu 'amalakum warasuuluhu waalmu/minuuna wasaturadduuna ilaa 'aalimi alghaybi waalsysyahaadati fayunabbi-ukum bimaa kuntum ta'maluuna)

Hukum Tajwid
Surat at-Taubah/9:105
LafalHukum Tajwid
اعْمَلُواMad asli atau mad thobi'i karena ada dhommah diikuti wawu sukun
عَمَلَكُمْ وَIdzhar syafawi karena ada mim mati bertemu wawu
وَرَسُولُهُMad asli atau mad thobi'i karena ada dhommah diikuti wawu
وَالْمُؤْمِنُونَIdhar qamariah karena ada alif lam diikuti mim
وَسَتُرَدُّونَMad asli atau mad thobi'i karena ada dhommah diikuti wawu sukun
عَالِمِMad asli atau mad thobi'i karena ada fathah diikuti alif
الْغَيْبِIdhar qamariah karena ada alif lam diikuti ghoin dan mad layyin karena ada ya' sukun didahului fathah
وَالشَّهَادَةِIdghom syamsyiah karena ada alif lam diikuti syin dan mad asli atau mad thobi'i karena ada fathah diikuti alif
فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَاIkhfa syafawi karena ada mim mati bertemu ba' dan mad asli atau mad thobi'i karena ada fathah diiktui alif
كُنْتُمْIkhfa haqiqi karena ada nun mati bertemu ta'
كُنْتُمْ تَعْIdzhar syafawi karena ada mim mati bertemu ta'
تَعْمَلُونَMad aridh lisukun karena ada mad thobi'i sebelum waqof

Arti Kata/Kalimat
فسيرىإاعملواوقل
maka Allah akan melihatbekerjalah kamudan katakanlah
ورسولهعملكمالله
dan begitu juga rasul-NyapekerjaanmuAllah
إلىوستردونوالمؤمنون
kepada (Allah)dan kamu akan dikembalikadan orang-orang mukmin
والشهدةالغيبعلم
dan yang nyatayang gaibYang Maha Mengetahui
تَعْمَلُونَبِمَا كُنْتُمْفينبئكم
kerjakanapa yang telah kamulalu diberitakan-Nya kepadamu

Artinya:
“Dan katakanlah, “Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang maha mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Q.S. at-Taubah/9: 105)

Q.S. at-Taubah/9: 105 menjelaskan, bahwa Allah Swt. memerintahkan kepada kita untuk semangat dalam melakukan amal saleh sebanyak-banyaknya. Allah Swt. akan melihat dan menilai amal-amal tersebut. Pada akhirnya, seluruh manusia akan dikembalikan kepada Allah Swt. dengan membawa amal perbuatannya masing-masing. Mereka yang berbuat baik akan diberi pahala atas perbuatannya itu. Mereka yang berbuat jahat akan diberi siksaan atas perbuatan yang telah mereka lakukan selama hidup di dunia.

Ayat di atas juga menjelaskan bahwa Allah Swt. memerintahkan kita untuk bekerja, dan Allah Swt.
pasti membalas semua yang telah kita kerjakan. Hal yang perlu diperhatikan dalam ayat ini adalah
penegasan Allah Swt. bahwa motivasi atau niat bekerja itu mestilah benar.

D. Menerapkan Perilaku Mulia
Perilaku mulia (ketaatan) yang perlu dilestarikan adalah seperti berikut.
  1. Selalu menaati perintah Allah Swt. dan rasul-Nya, serta meninggalkan larangan-Nya, baik di waktu lapang maupun di waktu sempit.
  2. Merasa menyesal dan takut apabila melakukan perilaku yang dilarang oleh Allah dan rasul-Nya.
  3. Menaati dan menjunjung tinggi aturan-aturan yang telah disepakati, baik di rumah, di sekolah maupun di lingkungan masyarakat.
  4. Menaati pemimpin selagi perintahnya sesuai dengan tuntunan dan syariat agama.
  5. Menolak dengan cara yang baik apabila pemimpin mengajak kepada kemaksiatan.
Shalat
Perilaku mulia (kompetisi dalam kebaikan) yang perlu dilestarikan adalah seperti berikut.
  1. Meyakini bahwa hidup itu perjuangan dan di dalam perjuangan ada kompetisi.
  2. Berkolaborasi dalam melakukan kompetisi agar pekerjaan menjadi ringan, mudah, dan hasilnya maksimal.
  3. Dalam berkolaborasi, semuanya diniatkan ibadah, semata-mata mengharap riḍa Allah Swt.
  4. Selalu melihat sesatu dari sisi positif, tidak memperbesar masalah perbedaan, tetapi mencari titik persamaan.
  5. Ketika mendapatkan keberhasilan, tidak tinggi hati; ketika mendapatkan kekalahan, ia selalu sportif dan berserah diri kepada Allah Swt. (tawakkal).

Perilaku mulia (etos kerja) yang perlu dilestarikan adalah seperti berikut.
  1. Meyakini bahwa dengan kerja keras, pasti ia akan mendapatkan sesuatu yang diinginkan (“man jada wa jada” - Siapa yang giat, pasti dapat).
  2. Melakukan sesuatu dengan prinsip: “Mulai dari diri sendiri, mulai dari yang terkecil, dan mulai dari sekarang.”
  3. Pantang menyerah dalam melakukan suatu pekerjaan.